Mengapa Yahudi Israel Serakah dan Lupa Sejarah?


Adian Husaini

Belum lama terjadi gencatan senjata Israel dan Hamas, dunia tiba-tiba dikejutkan dengan rencana Israel untuk membangun 3.000 permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem. Dunia pun tersengat. Bahkan, sekutu terdekat Israel, Amerika Serikat, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana Israel itu. Metrotvnews.com (30/11/2012) melaporkan, bahwa Gedung Putih mengecam keputusan Israel itu. AS menyebut rencana pembangunan 3.000 rumah baru pemukim di Yerusalem Timur dan Tepi Barat sebagai “kontraproduktif” dan akan mempersulit pembukaan kembali perundingan perdamaian.

Sebelumnya, Israel mengungkapkan Continue reading →

Islamisasi Tatar Sunda: Perspektif Sejarah dan Kebudayaan


Tiar Anwar Bachtiar (Ketua Umum PP Pemuda Persis)

Pendahuluan

Tatar Sunda adalah wilayah tempat bermukimnya suku Sunda. Tatar Sunda umumnya disamakan dengan daerah Jawa Barat. Sebelum daerah Jawa bagian barat terpecah menjadi provinsi Banten, Jakarta, dan Jawa Barat, seluruh wilayah ini dianggap sebagai bagian dari etnik Sunda. Oleh sebab itu, bila berbicara “Tatar Sunda” dalam sejarah, tentu wilayah-wilayah itu tetap merupakan bagian dariya.

Salah satu fase sejarah Sunda yang paling penting adalah fase Islamisasi. Fase ini sampai saat ini merupakan fase yang memberikan kesan paling penting dan mendalam bagi kehidupan masyarakat Sunda. Sebab saat ini mayoritas suku Sunda adalah penganut Islam. Islam bahkan hampir menjadi bagian dari identitas kesundaan. Sehingga terkesan agak aneh jika seorang Sunda bukan Muslim sekalipun pada kenyataannya ada orang Sunda yang bukan Muslim. Untuk itu pendekatan kajian yang tepat untuk masyarakat Sunda dalam kaitannya dengan Islam adalah kebudayaan. Sebab Islam adalah agama dan sekaligus peradaban yang keberadaannya dimanapun selalu membentuk peradaban. Sejarah proses Islamisasi menjadi semakin dapat dimengerti dengan baik apabila yang dipertimbangkan adalah faktor kebudayaan ini. Tulisan Continue reading →

Rakor Bidang Dakwah PP. Pemuda Persis


jitu-poto-2Pada hari sabtu (22/12) bidang Dakwah PP. Pemuda Persis mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan sejumlah perwakilan PD dan PW Pemuda Persis Jawa Barat, acara yang digelar di Kantor PP. Pemuda Persis, Jl. Viaduct tersebut dikoordinir oleh Ketua bidang Dakwah PP. Pemuda Persis, Eka Permana.

Dalam kesempatan tersebut, Eka Permana memaparkan tentang kondisi Kajian Sabtu (JITU). Dalam paparannya, beliau mengevaluasi kegiatan ilmiah tersebut, dan meminta masukan kepada Ketua, Bidang Dakwah, Bidang Pendidikan dan Bidang Kaderisasi PD dan PW. Adapun JITU tersebut akan digelar kembali pada awal bulan Januari 2013.

Pelantikan dan Serah Terima Jabatan PW. Persis Jabar


15750_397239177026106_56955922_nPada hari Jum’at, 21 Desember 2012/ 7 Shafar 1434 H,  Pukul 08.00-11.00 WIB, PW. Persis Jawa Barat dan Bagian Otonom melaksanakan Pelantikan, dan Serah Terima Jabatan Ketua lama, KH. Idad Somaerta kepada Ketua baru, H. Syamsul Falah, M. Ag.

Acara tersebut mengambil tempat di Pendopo Walikota Bandung, Jalan Dalem kaum 56 Bandung, dan dalam kesempatan ini, Walikota Bandung, Dr. H. Dada Rosada, menyaksikan dan memberikan sambutan pada acara babak baru PW. Persis dan otonom Jawa Barat pasca Musyawarah Wilayah yang belum lama ini digelar.

 154919_397239190359438_702664669_n 281610_397238880359469_320721860_n 281654_397238670359490_1886559210_n 314621_397239050359452_1981152196_n 428839_397239127026111_696632511_n 533519_397238967026127_798777372_n 541912_397238683692822_2012503709_n

Meski SBY Kepala Negara tetap Haram Rayakan Natal


Mediaumat.com. Bandung. Rencana Presiden SBY dan Wapres Boediono turut merayakan puncak Natal pada 27 Desember terus menuai kontra hingga ormas Persatuan Islam (Persis) angkat bicara. “Sangat disayangkan, karena meskipun mereka kepala negara dan wakil kepala negara tetap saja haram!” ungkap Prof  Dr Maman Abdurrahman, Ketum Persis, kepada mediaumat.com (15/12).

Menurutnya, keharaman seorang Muslim untuk mengucapkan selamat apalagi turut merayakan natal sudah jelas.Sehingga tidak usah sampai kepala negara yang Muslim itu sampai menghadiri acara tersebut. “Urusan perayaan ibadah mereka itu bisa diserahkan ke Kementrian Agama Dirjen Katolik dan Dirjen Protestan,” sarannya.

Maman pun menyebutkan empat faktor yang membuat orang Islam turut berpartisipasi dalam perayaan Natal. Pertama, mereka termakan oleh kata toleransi yang kebablasan sehingga ikut-ikutan. Kedua, memahaman tentang Islamnya sangat lemah. Kalau akidahnya sudah mapan pasti tidak akan ikut-ikutan. Ketiga, orang-orang Kristen memiliki media yang sangat luas dan sangat banyak, baik cetak maupun elektronik sehingga seolah-olah semua orang merayakan natal bersama.

Keempat, ada juga orang yang dengan serampangan menyamakan natal dengan maulid. Maulid itu hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sedangkan natal itu bukan hari kelahiran Nabi Isa/Yesus as  tetapi hari kelahiran Tuhan Anak. Jadi mereka itu mengangapnya sebagai tuhan bukan nabi. “Walau pun di Persis, kami tidak merayakan maulid, jelas beda antara maulid dengan natal,” pungkasnya.[] Joko Prasetyo

DAURAH SIYASAH JAM’IYYAH


Insya Allah, PW. Pemuda Persis Jawa Barat akan mengadakan DAURAH SIYASAH JAM’IYYAH, dengan tema “SIYASAH PIKEUN NANJEURKEUN SYARI’AH”.

Hari/Tanggal: Ahad 13 Januari 2013

Waktu: Pkl. 07.00 s/d 13.00 WIB

Tempat : Saung Angklung Udjo, Padasuka-Cicaheum, Bandung.

Pemateri :

  1. KH.Usman Solehuddin (Ketua Dewan Hisbah Persis)
  2. Atif Latiful Hayat, Ph.D (Mantan Ketua Umum PP. Pemuda Persis)
  3. Prof. Dr. KH. Maman Abdurrahman (Ketua Umum PP. Persis)
  4. KH. Drs. Syamsul Falah, M.Ag (Ketua Umum PW. Persis JABAR)

Gratis & Terbuka untuk umum

CP. Dian Hardiana (022-92831193)

Persis Dukung Penuh Kedaulatan Palestina


thREPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Organisasi Masyarakat Persatuan Islam (Persis) mendukung kedaulatan negara Palestina yang telah terbentuk dari hasil voting anggota Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hal tersebut disampaikan dalam rekomendasi hasil Musyawarah Kerja Nasional III Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) di Isola Resort, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Ahad (2/11).

Dalam rekomendasinya, selain mendukung kedaulatan penuh negara Palestina, Persis juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar Palestina ditetapkan sebagai anggota PBB.

Dengan begitu Palestina memiliki hak yang sama dengan anggota PBB lainnya. Persis juga mendorong kepada negara-negara Nonblok agar menerima Palestina sebagai anggota negara Nonblok.

Kepada Pemerintah Republik Indonesia, Persis mendesak agar Pemerintah RI mempelopori dan mengajak negara sahabat agar mendukung penuh keberadaan negara Palestina.

Pemerintah Republik Indonesia diminta untuk membuka Kedutaan Besar (Kedubes) sebagai bentuk hubungan diplomatik antara Indonesia dan Palestina.

Sekretaris Umum Persis, Irfan Safrrudin mengungkapkan, persoalan Palestina bukan hanya persoalan negara, tetapi persoalan kemanusiaan Internasional.

Zionis dengan membabi buta melakukan kebrutalan melalui negara yaitu Israel, oleh karena itu dukungan terhadap Palestina perlu dilakukan terus oleh negara-negara Islam, termasuk Indonesia.

Irfan mengatakan, Persis sebagai Ormas Islam yang peka terhadap permasalahan umat Islam melakukan dua hal untuk membantu Palestina. Pertama adalah dengan cara memberikan tekanan publik melalui maklumat dan gerakan kemerdekaan Palestina. Kedua, Persis  memberikan bantuan melalui lembaga penyalur bantuan ke Palestina.

“Bantuan sudah kita kumpulkan dan akan disalurkan langsung ke Palestina,” ujarnya kepada Republika di Isola Resort Universitas Pendidikan Indonesia, Ahad (2/12).

Sebagai Ormas Islam, ungkap Irfan, Persis mendesak Pemerintah Indonesia untuk mempelopori negara-negara lain dalam membantu Palestina hingga mendapatkan haknya seperti negara lainnya di dunia.

Indonesia merupakan negara yang masih disegani dan dihormati oleh negara lain, termasuk oleh negara arab.

“Saat Indonesia merdeka itu kan pertama kali yang mengakui kedaulatan Indonesia adalah negara-negara arab, termasuk Palestina. Jadi sudah sepatutnya Indonesia sebagai negara pertama dan mempelopori dalam mendukung kedaulatan Palestina,” ungkapnya.

Redaktur: Hafidz Muftisany
Reporter: Ghalih Huriarto