Kisah Djohan Effendi, Ahmadiyah dan A. Hassan


Kisah perjalanan hidup Djohan Effendi sungguh unik. Sejak muda ia menjadi pengagum berat pemikiran Islam Ustadz A. Hassan, tokoh Persatuan Islam (Persis), yang dikenal sebagai penentang keras Ahmadiyah. Namun di usia senja, Djohan Effendi justru menjadi pembela Ahmadiyah. Sungguh ironis!

__________________________

Djohan Effendi. Namanya cukup dikenal sebagai pembela kelompok sempalan Ahmadiyah dan senior di kalangan aktivis liberal. Namanya masuk dalam buku “50 Tokoh Liberal di Indonesia” untuk kategori pionir atau pelopor gerakan liberal bersama dengan Ahmad Wahib, Munawir Sadzali, Harun Nasution, Nurcholis Madjid, Mukti Ali, dan Abdurrahman Wahid.

Peneliti asal Australia, Greg Barton Continue reading →

Visi Kepemimpinan Kaum Muda dalam Mewujudkan Jawa Barat Religius


Tiar Anwar Bachtiar, Syamsul Arafat, dan Asep Nashrudin

Tiar Anwar Bachtiar, Syamsul Arafat, dan Asep Nashrudin

Pada sabtu, 5 Rabi’uts Tsani 1434 H/16 Februari 2013 Pimpinan Wilayah Pemuda Persis Jawa Barat mengadakan “Temu Konsultasi Hubungan Antar Lembaga (HAL)”.  Sekira 100 orang memadati gedung serbaguna Hotel Antik, Soreang- Bandung, peserta tersebut terdiri dari utusan Pimpinan Daerah Pemuda Persis se-Jabar, dan perwakilan dari otonom Persis, seperti Pemudi Persis, HIMA dan HIMI Persis Jabar.

Acara yang digelar oleh bidang HAL ini mengambil tema: “Visi Kepemimpinan Kaum Muda dalam Mewujudkan Jawa Barat Religius”, sebagaimana disampaikan Continue reading →

TEMU KONSULTASI HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA (HAL)


PW PEMUDA PERSIS JAWA BARAT

Insya Allah akan mengadakan:

TEMU KONSULTASI HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA

dengan mengambil tema:

“Visi kepemimpinan Kaum Muda dalam Mewujudkan Jawa Barat Religius”

bertempatdi Hotel Antik Soreang Kab. Bandung

pada Sabtu, 16 Februari 2013

 berikut Susunan Acaranya

No.

Acara

Waktu

P I C

1

Check In Peserta

07.30-08.30

TIM

 

Pembukaan

08.30-08.35

MC

 

          Pembacaan Kalam Ilahi

08.35-08.40

H. Siroj

 

          Ketua PW PEMUDA PERSIS

08.40-08.50

Ust. Syarif

 

          Ketua Persis Jawa barat (sekaligus Membuka acara)

08.50-09.00

Ust. Syamsul Falah

 

          Penyerahan Cinderamata

09.00-09.05

Ketua PW Pemuda

 

Tutup Pembukaan

09.05-09.10

MC

2

“Analisis Sejarah Gerakan Politik Pemuda Persis”

09.10-12.00

Ust. Tiar Anwar Bahtiar

3

ISHOMA

12.00-13.00

All

4

“Fiqh PILGUB Kaum Muda Persis”

13. 15.00-

Ust. Amin Muhtar

5

Penutup

15.00-15.00

MC

 

Ketua PW Pemuda Persis (sekaligus menutup Acara)

15.05-15.15

Ust. Syarif

Adapun peserta terdiri dari Anggota Pemuda Persis se-Jawa Barat, perwakilan Persis Jabar beserta otonom.

CP. E. Sidik Abdurrahman (081-394-164-998)

FIQIH PILGUB JABAR BAGIAN 2


Pasangan Calon Pilgub Jabar 2013

Pasangan Calon Pilgub Jabar 2013

Analisa Kami

Setelah kami mencermati berbagai contoh praktik pemerintahan Islam tentang format dan mekanisme penetapan kepemimpinan, khususnya era Nabi saw. dan Al-Khulafa Ar-Rasyidun, baik menggunakan pendekatan normatif Islam, yaitu nash-nash Al-Quran dan Sunnah Nabi yang mengisyaratkan adanya praktik pemerintahan yang dilakukan oleh Nabi saw. dalam rangka siyasah syar’iyyah maupun pendekatan deskriptif-historis dengan mengidentikan kebijakan yang dilakukan oleh Nabi saw. di bidang muamalah sebagai tugas-tugas Negara dan pemerintahan, maka dapat disimpulkan bahwa baik Al-Quran maupun Sunnah Nabi memberikan kebebasan kepada umat Islam untuk menentukan system dan mekanisme pemilihan kepala negara sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan, selama tidak menyalahi prinsip-prinsip ajaran Islam, dilihat dari dua aspek:

Pertama, asas Continue reading →

FIQIH PILGUB JABAR BAGIAN 1


Pilgub Jabar 2013Sebentar lagi Jawa Barat (Jabar) akan mengadakan perhelatan akbar, yakni Pemilihan Gubernur (Pilgub). Pemilihan langsung orang nomor 1 di Provinsi yang mayoritas penduduk suku Sunda ini akan berlangsung 24 Februari 2013.

Berkenaan dengan itu, dalam rangka pencerahan umat, maka kami memposting tulisan Intelektual Muda Persis, Amin Saefullah Muchtar, yang kami copas dari notes beliau dijejaring sosial facebook. Dalam tulisannya, beliau membagi dalam sepuluh bagian, maka untuk memudahkan para pembaca kami membagi menjadi 2 bagian, bagian pertama terdiri 5 tulisan awal, dan bagian kedua 5 tulisan terakhir. Berikut paparannya:

Masih ingatkah warga Jawa Barat terhadap peristiwa 5 tahun yang lalu, tepatnya hari Selasa 22 April 2008,  ketika pleno KPU Jawa Barat menetapkan pasangan HADE (Ahmad Heryawan – Dede Yusuf) sebagai pemenang Pilkada Jawa Barat. Waktu itu, pasangan HADE—yang diusung PKS & PAN—menang dengan total perolehan 7.287.647 suara (40,50 %). Disusul pasangan AMAN (Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim) —yang diusung PDIP, PPP, PKB, PBB, PKPB, PDS, PBR— dengan perolehan 6.217.557 suara (34,55 %). Sedangkan pasangan DAI Continue reading →

Islam Jaminan Ketenangan dan Kemenangan untuk Prancis


REPUBLIKA.CO.ID, PARIS — Populasi umat Islam di Prancis semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu menjadi fenomena di Eropa.

Pakar studi Islam, Gilles Kepel mengungkap banyak pemuda yang menjadi mualaf karena dengan mudah berintergrasi dengan lingkungannya, satu hal yang sulit dijamin oleh sekularisme Prancis.

Charlie Loup, 21 tahun, warga St Maur des Fosses, memeluk Islam pada usia 19 tahun. Ia memilih Islam, setelah melalui masalah dengan lingkungan dan keluarganya.

“Saya merupakan bagian dari fenomena itu,” kata dia yang sebelumnya penganut Katolik.

Menurut Loup, fenomena itu berawal dari rasa ingin tahu warga Prancis terhadap Islam dan muslim. Warga nonmuslim di beberapa daerah yang mayoritas muslim bahkan menjalankan puasa Ramadhan.

“Kami bukan nonmuslim tapi kami ingin merasakan kemeriahan bulan suci umat Islam tersebut,” kata dia.

Sosiolog, Samir Amghar mengatakan Islam merupakan perlindungan bagi mereka yang ingin menjaga nilai-nilai keluarga dan persamaan rasa hormat antara pria dan wanita. “Jadi ada jaminan,” kata dia.

Menurut Samir, di kalangan politisi keberhasilan merangkul komunitas muslim membuat peluang mereka untuk menang dalam pemilihan semakin besar.

Umat Islam pada dasarnya tidak menuntut lebih. Mereka hanya menginginkan adanya perluasan tradisi Islam ke ranah publik yang lebih luas.

Pemilik toko, Rafaello Silltti mengungkap budaya Prancis dan Islam dapat hidup bersama dalam damai. “Inilah yang harus kita tunjukan,” kata dia.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Karta Raharja Ucu