Ketakutan, Muslim Myanmar Berlindung di Kuil Buddha


 

Seorang tentara Myanmar berjalan melintasi bangunan yang terbakar yang menampung sebuah panti asuhan untuk anak-anak Muslim di Lashio, Myanmar, Kamis (30/5).

REPUBLIKA.CO.ID, LASHIO — Sekitar 1.200 Muslim dibawa ke Kuil Mansu usai gerakan sekelompok warga Buddha meneror Kota Lashio yang berbatasan dengan Cina. Muslim ketakutan akibat lambannya pemerintah mengantisipasi bentroknya Muslim dan Buddha. Continue reading →

Mari Cari Tahu dari Mana Sumber Pendanaan PKS


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq mengatakan partainya mempunyai banyak sumber keuangan. Lantas dari mana saja sumber pendanaan partai yang dipimpin oleh Anis Matta ini? Continue reading →

PKS Siap Pimpin Koalisi Parpol Islam


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebagai partai politik (parpol) yang berasaskan Islam, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki basis massa yang ‘real’ jika dibandingkan dengan beberapa parpol yang beraliran yang sama. Continue reading →

Selama 2012 Zionis Rampok 800 Hektar Tanah Tepi Barat


Hidayatullah.comHarian ‘israel’ Haaretz melaporkan, ‘israel’ menyita 8.000 dunum (800 hektar) lahan Palestina di Tepi Barat untuk kepentingan permukiman ilegal Yahudi sepanjang 2012.

Disebutkan Haaretz, saat ini permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat menguasai 538.303 dunum (133.017 hektar) lahan Palestina. Seperti dikutip dari IMEMC (International Middle East Media Center), Haaretz menyebutkan bahwa ‘israel’ menganeksasi lahan-lahan di Tepi Barat yang diklaim bukan milik warga Palestina dan menganggapnya sebagai ‘tanah negara’.

Tanah-tanah ini kemudian dipakai untuk perluasan permukiman ilegal Yahudi, seperti permukiman Ofra, Bet El, Shilo, Karnie Shomron, Ma’ale Adumim, Kokhav Ya’akov, Borkan, Elkana, Rehalim dan Neve Nahima.

Istilah ‘tanah negara’ dipakai oleh zionis Yahudi sebagai pembenaran atas pembangunan permukiman ilegal Yahudi di Palestina dan mengabaikan fakta bahwa bangunan itu didirikan di atas lahan-lahan pribadi rakyat Palestina. Pembangunan permukiman ilegal ini melanggar Hukum Internasional dan Konvensi Keempat Jenewa yang ditandatangani oleh ‘israel’.*

Masa Depan Partai Berbasis Islam Suram?


Hidayatullah.comDr Heri Budianto, Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Mercu Buana (UMB) menilai peluang partai-partai berbasis massa Islam untuk bersaing dengan partai nasionalis pada Pemilu 2004 sangat berat.

“Partai-partai (berbasis) Islam tidak akan mengalami perubahan ke arah peningkatan yang signifikan pada 2014. Ada beberapa faktor yang menyebabkan itu,” terang Heri kepada hidayatullah.com, Jum’at (31/05/2013) malam.

Menurut Heri, diantara yang menjadi faktor penyebab adalah ketokohan di partai berbasis Islam yang tidak menonjol dan populer. Meskipun ada partai berbasis Islam yang mengusung para artis sebagai calon legislatif, tetapi itu tidak menjamin suara akan naik.

“Sulit rasanya. Karena publik meragukan kemampuan dan kapasitas artis,” kata doktor lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) ini.

Selain itu, partai-partai berbasis massa Islam juga minim dengan kreatifitas dan ciri khas program yang ditawarkan untuk mengatasi persoalan bangsa.

“Tidak jelasnya tawaran solusi permasalahan bangsa yang jelas dan kongkrit dari partai-partai Islam,” tambah Heri.

Partai-partai berbasi Islam, kata Heri, juga masih terkungkung dengan berbagai faktor internal yang pada akhirnya membuat sulit untuk mencuri perhatian publik. Itu sebabnya, meski mayoritas masyarakat Indonesia adalah Muslim, namun soal pilihan politik masyarakat masih terpesona oleh tawaran partai-partai nasionalis yang dihuni oleh tokoh-tokoh yang mampu membangun popularitas.

“Di era politik seperti sekarang ini, politik pencitraan menjadi kunci kemenangan partai-partai,” jelas Heri mengakhiri pembicaraan.*

Ustadz Athian: ‘Alhamdulillah Orang Syiah Sudah Terang-Terangan Mengaku Syiah’


DAHULU para penganut ajaran sesat Syiah selalu berlindung di balik taqiyah dan susah umat Islam untuk mengenal siapa saja yang telah tertular ajaran sesat tersebut. Secara umum kalangan Syiah jarang yang berani mengaku kalau mereka Syiah jika hidup di mayoritas Ahlus Sunnah. Dengan cara sembunyi-sembunyi inilah pengikut Syiah secara gerilya menggaet kalangan non Syiah menjadi Syiah.

Namun dengan adanya era kebebasan di Indonesia, kalangan penganut ajaran sesat Syiah mulai berani tampil terang-terangan seperti hadirnya IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) dan ABI (Ahlul Bait Indonesia) meski masih menggunakan pendekatan lama seperti persatuan Islam, ukhuwah Islamiyah dan sejenisnya. Perkembangan semakin banyaknya tokoh Syiah yang mengakui ke-Syiahannya, disambut baik oleh ustadz Athian Ali, seorang ulama asal Bandung.

“Alhamdulillah mereka (Syiah) sekarang sudah terbuka secara terang-terangan,” ujar beliau sewaktu diwawancara Islampos.com di sela acara penggalangan dana untuk kaum Muslimin Suriah beberapa waktu yang lalu di Bandung.

Dalam paparannya, ustadz Athian mengkisahkan bagaimana sosok tokoh intelektual Syiah Jalaluluddin Rahmat di Bandung yang sejak 24 tahun yang lalu selalu tidak pernah mengaku kalau dia penganut ajaran sesat Syiah, meskipun yang sering ditulis dan diceramahkannya jelas-jelas merupakan ajaran sesat tersebut.

“Saya sudah ‘dampingi’ Jalal sejak 24 tahun yang lalu dan selama itu dia selau bertaqiyah tidak pernah mau mengakui kalau dirinya penganut Syiah,” jelas beliau. “Kalau dia ditanya jawabannya tidak jelas, awalnya dia mengatakan saya bukan Syiah, kemudian saya tidak menolak Syiah, terus saya Susyi Sunni Syiah dan Alhamdulillah sudah 4 tahun terakhir ini dia secara jahar mengaku terang-terangan sebagai Syiah,” tegas ustadz yang juga pimpinan FUUI (Forum Ulama Umat Indonesia) ini.

Bagi ustadz Athian, orang-orang Syiah sebaiknya mengikuti langkah Jalal yang terang-terangan mengaku Syiah dan tidak berperilaku seperti orang munafik. “Kalau memang merasa yakin benar dengan ajarannya, kenapa harus sembunyi-sembunyi? tanya beliau. “Ada kemungkinan mereka sendiri merasa tidak yakin dengan ajarannya benar makanya sembunyi-sembunyi,” jawab ustadz Athian sambil tertawa.(fq/islampos)

Haniyeh Puji Ketangguhan Pasukan Keamanan Gaza Hadapi Zionis


PERDANA Menteri Hamas, Ismail Haniyeh pada hari Selasa (28/5/2013) saat menghadiri upacara wisuda bagi pasukan keamanan, memuji pasukan keamanan di Jalur Gaza untuk jasanya dalam menjaga daerah kantong tetap aman.

“Kami tidak akan membiarkan pendudukan dan komplotannya bermain-main dengan keselamatan Gaza,” kata Haniyeh di tengah sambutannya dalam acara tersebut.

“Gaza dikenal dengan Jihad dan perlawanan. Hal ini ditunjukkan dalam dua perang terakhir dengan Israel, ketika perlawanan tidak memungkinkan pasukan Israel memasuki Gaza dan sebaliknya berhasil menembaki wilayah Tel Aviv,” kata Perdana Menteri.

“Gaza telah menjadi model untuk kesopanan dan moralitas dari seorang laki-laki,” tambahnya.[hf/islampos/maannews]