Jejak Islam, Majalah Sejarah Islam Indonesia Edisi Perdana Kini Hadir di Tengah Umat


image

“Meninjau sejarah dengan cinta”. Itulah pesan Buya Hamka yang meresap  dalam komunitas pencinta sejarah Islam, Jejak Islam untuk Bangsa (JIB). Dididirikan pada Juli 2013, JIB bermula dari keprihatinan akan penafsiran sejarah Indonesia yang tidak berpandangan Islam serta seakan mengubur peran besar Islam dalam bangsa ini.

JIB berusaha untuk kembali menepuk memori Indonesia, membuka cakrawala ke perbendaharaan lama, bahwa Islam di Indonesia saling berpilin, tak dapat dipisahkan, dan menyajikan keadilan sejarah.

Situs jejakislam.net telah rutin menyajikan bahasan sejarah Islam di Indonesia. Kini, November 2014, JIB meluncurkan Majalah Jejak Islam, yang mungkin bisa dibilang Majalah pertama yang akan secara berkala dan khusus membahas sejarah Indonesia dalam pandangan Islam.

Majalah Jejak Islam edisi pertama ini adalah sebuah ikhtiar untuk menghadirkan penulisan dalam satu bahasan tertentu tentang  sejarah Indonesia yang haluannya adalah pandangan hidup Islam dan bahan bakarnya.

Seperti ungkapan Buya Hamka, adalah cinta terhadap Islam, dituangkannya tulisan-tulisan komunitas Jejak Islam untuk Bangsa(JIB) ke dalam bentuk majalah adalah upaya untuk lebih mendekatkan sejarah kepada umat Islam di Indonesia, setelah sebelumnya tulisan kami lebih banyak bergeriliya di dunia maya.

Majalah Jejak Islam edisi perdana ini mengangkat tema ‘Di balik Layar Kemerdekaan’, sebuah perbincangan mengenai para pahlawan dan kemerdekaan, untold story kemerdekaan RI, juga peran umat Islam di dalamnya.

Tulisan dari Tiar Anwar Bachtiar, M. Hum -sejarawan yang juga Ketua Umum PP Pemuda Persis- mengenai berkah kemerdekaan bagi dakwah Islam, mengisi rubrik ‘Mukaddimah’, kemudian Rubrik Syajarah diawali tulisan dari Tri Shubhi -penggiat Komunitas NuuN- yang meninjau para pahlawan,serta telisik Susiyanto, dosen IAIN Surakarta, yang mengajak kita menatap riwayat Rahmah El Yunusiyah, pejuang perempuan yang terpinggirkan dalam arus sejarah di Indonesia.

Tentu saja artikel-artikel lain dalam Jejak Islam turut meramaikan edisi ini. Tidak pula tertinggal, rubrik ‘Kisah’, sebuah rubrik khas Jejak Islam yang meracik penulisan sejarah secara sastrawi oleh Rizki Lesus.

Dalam ‘Dialog’, kami hadirkan wawancara dengan Artawijaya, penulis sejarahIslam yang produktif. Tengok pula rubrik ‘Dari perbendaharaan Lama,’ yaitu rubrik yang mengangkat kembali tulisan-tulisan tokoh Islam dari masa silam. Foto-foto esai dalam rubrik

‘Rekam’ mencoba merogoh ingatan kita tentang Perang Aceh. Rubrik ‘Catatan Punggung’, menutup rangkaian majalah ini, dengan mengaitkan antara realita masa kini dengan persoalan sejarah.

Penulisan sejarah yang kami lalui dalam Jejak Islam, berupaya meniti keseimbangan antara kecintaan terhadap Islam dan penggalian data dan fakta yang kokoh. Mudah-mudahan Majalah Jejak Islam, yang hendak mempopulerkan sejarah Islam di Indonesia, dapat diterima oleh masyarakat, khususnya umat Islam. Sehingga umat Islam di Indonesia tak lagi asing dengan masa lalunya sendiri di tanah air.

Edisi perdana ini pembaca dapat  membaca secara online dan mengunduhnya  pada tautan  http://jejakislam.net/?p=494 . Insha Allah, akan ada pula edisi cetak yang masih dalam proses pengusahaan, melihat besarnya peminat sejarah yang menginginkan versi cetak majalah Jejak Islam.

Majalah Jejak Islam direncanakan rutin terbit dengan bahasan tema terterntu tentang sejarah Indonesia dalam pandangan Islam. Pembaca dapat juga mengikuti JIB dalam twitter @jejak_islam, dan Fanspages Facebook : JIB- Komunitas Pencinta Sejarah Islam. (rl/jejakislam)

Tentang Admin

Pimpinan Wilayah Pemuda Persis Jawa Barat
Pos ini dipublikasikan di Akhbar dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s