Hukuman Kebiri tak Ada dalam Islam


photo_2016-05-23_05-29-27-640x427

Hukuman kebiri belakangan ramai diperbincangkan, setelah sejumlah kasus kejahatan seksual terjadi. Namun, hukum kebiri sendiri tidak pernah diajarkan oleh Islam.

Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), Aceng Zakaria, menegaskan hukum kebiri tidak pernah dianjurkan untuk diterapkan, baik dalam Al Qur’an maupun hadis. Menurut Aceng, kasus kejahatan seksual dalam Islam terbagi dua, perzinaan dan pemerkosaan, namun tidak ada hukuman kebiri.

“Hukum kebiri tidak ada dalam Islam,” kata Aceng, Jumat (20/5).

Ia menjelaskan, kasus perzinaan dalam Islam untuk perempuan dan laki-laki yang belum menikah, akan dijatuhi hukuman cambuk sebanyak 100 kali. Sedangkan untuk perempuan dan laki-laki yang sudah berstatus pernikahan, dalam Islam para pelaku akan dijatuhi hukuman rajam.

Sementara, lanjut Aceng, untuk kasus kejahatan seksual dengan unsur pemaksaan seperti pemerkosaan, Islam menerapkan hukuman tambahan bagi pelaku saja. Terkait hukuman tambahan tersebut, ia menekankan keputusan akan diambil melalui pertimbangan-pertimbangan penguasa.

Aceng sendiri berpendapat, hukum-hukum yang ada dalam Islam sesungguhnya sudah cukup bisa membuat jera para pelaku. Pasalnya, hukuman rajam biasanya berakhir dengan kematian, apalagi kalau terdapat hukuman tambahan bagi pelaku yang ditetapkan penguasa. Republika.Co.Id

Tentang Admin

Pimpinan Wilayah Pemuda Persis Jawa Barat
Pos ini dipublikasikan di Hukum, Uncategorized dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s