Musyda : Berdakwah, Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar dalam Menghadapi Islamophobia


Exif_JPEG_420

Asep Sobirin

Berdakwah, Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar (QS. 3: 104) senantiasa menjadi landasan bagi gerakan Pemuda Persis, baik dalam skala lokal, Nasional maupun Internasional. Begitu sambutan Asep Sobirin yang mewakili Pimpinan Wilayah Pemuda Persatuan Islam (Persis) Jawa Barat dalam acara Musyawarah Daerah Pimpinan Daerah Pemuda Persis Majalengka ke-7 pada ahad, 17 Juli 2016 M/ 12 Syawal 1437 H yang mengambil tempat di Kampus II Pesantren Persis 92 Jl. Siti Armilah No. 53 Kabupaten Majalengka.

Tantangan dakwah saat ini sangat berat dan kompleks, lanjut Bidang Administrasi PW. Pemuda Persis Jabar ini, umat Islam dihadapkan dengan berbagai rongrongan dari segala penjuru, persis atas nubuwah Nabi Muhammad Saw, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud)

Exif_JPEG_420

Miftah Farid

Dalam al-Qur’an di sebutkan musuh-musuh yang senantiasa berbuat makar terhadap aturan Allah Swt itu banyak sekali, mulai dari Syetan, kaum Kafirin (Yahudi dan Nashrani), Musyrikin, Munafiqin dll, bahkan sekarang dibungkus dengan bahasa yang modern seperti Sekularisme, Liberalisme, Kapitalisme, Marxisme/Komunisme, aliran sempalan (Syi’ah, Ahmadiyah) dan lain sebagainya, papar Asep.

IMG-20160717-WA0005

Ketua terpilih PD Sumedang

Diantara makar yang dilakukan oleh musuh Islam adalah membuat imej negatif terhadap Islam, baik itu simbol Islam maupun syari’ah Islam, seperti kata Jihad, lafadz Laa ilaaha ilallah dll. Itulah kaum kufar yang senantiasa Islamophobia, khususnya kafir Barat merasa khawatir akan kebangkitan gerakan Islam. Fenomena aksi kudeta militer, Kolonel Muharrem Kose di Turki pada hari jum’at malam kemarin, ada indikasi kuat yang dimainkan oleh Amerika Serikat, seperti diberitakan Kose memiliki hubungan dengan tokoh anti-pemerintah yang saat ini berada di Amerika Serikat (AS), Fethullah Gulen, yang dilindungi oleh Paman Sam ini, mengapa itu terjadi? Seperti diketahui kini Turki dibawah kepemimpinan Recep Tayyif Erdogan dengan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)-nya melakukan gerakan Islamisasi, setelah Turki berada dalam sekularisasi waktu Kemal Attaturk berkuasa, lanjut Asep Sobirin.

Bukan ini saja Barat melakukan intervensi terhadap Negara-negara mayoritas Islam yang menang secara konstitusional, pada tahun 1991 FIS di aljazair menang mutlak dalam pemilu yang demokratis berakhir dengan kudeta, tahun 2006 Hamas menang dalam pemilihan anggota perlemen di Palestina, Barat pun memboikot kemenangan tersebut, kemenangan Presiden Muhammad Mursi dengan Ikhwanul Musliminnya mereka di Mesir berakhir dengan kudeta, padahal mereka sudah menerapkan system demokrasi yang diinginkan oleh Barat. Jadi demokrasi yang diinginkan oleh Barat adalah sekularisasi, pemimpin yang terpilih secara demokratis adalah pemimpin yang sesuai dengan kepentingan Barat.

IMG-20160717-WA0009

Syamsu Rijal

Dalam skala Nasional baru-baru ini kita diuji (test the water), diantaranya wacana penghapusan kolom agama dalam KTP, penghapusan Peraturan Daerah (Perda) yang bernuansa Syari’ah, lembeknya pemerintah terhadap kebangkitan komunisme, seperti yang memakai kaos palu-arit, mereka berdalih itu adalah trend anak muda, munculnya anggota DPR dengan bangga sebagai Anak keturunan PKI dan lain sebagainya.

Dihadapan para musyawirin dan perwakilan otonom Persis Majalengka, ia menuturkan tidak kalah pentingnya menghadapi musuh dalam diri sendiri, hawa nafsu yang tidak kendali, egoisme dan sikap mau menang sendiri yang harus dikikis habis. “Tidak sedikit kita harus menguras waktu dan tenaga menghadapi konflik internal yang melelahkan” katanya.

Ia pun menutup sambutannya (sekaligus membuka acara Musda Pemuda Persis Majalengka ke-7), “Oleh sebab itu Pemuda Persis sebagai bagian dari gerakan dakwah Islamiyah senantiasa mengambil bagian untuk beramar Ma’ruf dan Nahyi Munkar semampunya, baik dengan lisan dan tulisan, maupun dengan harta dan jiwa”.

Exif_JPEG_420

Bai’at Ketua terpilih PD. Majalengka

Dalam Musyda Majalengka ini sebagai Ketua PD terpilih adalah Rois, hadir pula Ketua PW. Pemuda Persis Jabar, Miftah Farid memberikan taujih sekaligus menutup acara tersebut.

Di hari yang sama Pimpinan Daerah Pemuda Persis Sumedang pun melaksanakan acara yang serupa, perwakilan dari PW adalah Syamsu Rijal dan Saefudin, adapun Ketua PD terpilih adalah M. Ikhsan.

Segenap Pimpinan dan Tasykil PW. Pemuda Persis Jabar mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musyawarah Daerah dan Ketua terpilih PD. Majalengka dan PD. Sumedang, mudah-mudahan Allah Swt senantiasa meridhoi setiap gerak dan langkah kepemimpinan kedua PD tersebut dalam masa jihad 2016-2019, Amiiin!

Tentang Admin

Pimpinan Wilayah Pemuda Persis Jawa Barat
Pos ini dipublikasikan di MUSYDA dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s