Sistem Politik Indonesia Bikin Marak Praktik Korupsi


Kamis, 09 Desember 2010 , 08:36:00 WIB

Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi

RMOL. Sistem politik di Indonesia menjadi salah satu faktor maraknya praktek korupsi di Indonesia.

Demikian disampaikan peneliti senior Reform Institute, Aay Mohammad Furkon, dalam diskusi dengan tema Pemberantasan Korupsi: Strategi dan Solusi Cerdas Pemberantasan Korupsi di Indonesia” di Gedung PP Persatuan Islam (PERSIS), Jalan Perintis Kemerdekaan, Viaduct, Bandung, Rabu malam (8/12). Diskusi yang diselenggarakan oleh PP Himpunan Mahasiswa PERSIS (HIMA PERSIS) ini digelar dalam rangkaian memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia, 9 Desember.

“Penentuan nomor urut caleg, aturan daerah pilihan (Dapil) merupakan faktor dominan mewabahnya korupsi. Ditambah lagi, biaya kampanye yang luar biasa besarnya. Bisa dipastikan, para politisi yang lolos menjadi anggota dewan akan melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan modal kampanye yang luar biasa besarnya itu. Kalau hanya mengandalkan gaji anggota dewan, tentu tidak akan cukup mengembalikannya. Tidaklah salah jika ada asumsi anggota dewan juga rawan akan korupsi,” kata Aay.

Karena itu, menurut Aay, untuk mencegah terjadinya korupsi yang semakin merajalela, perlu ada perubahan sistem atau undang-undang partai politik di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan tindak pidana korupsi bisa diminimalisir.[yan]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s