APAKAH IBNU TAIMIYYAH MEMBOLEHKAN PEMIMPIN NON-MUSLIM?


ibnu-taimiyah

Oleh: Tiar Anwar Bachtiar

Setiap kali ada even pemilihan kepala daerah atau presiden di Indonesia, salah satu wacana yang sering dimunculkan adalah mengenai kepemimpinan non-Muslim di negeri yang mayoritas Muslim ini. Tahun 2017 mendatang akan diselenggarakan Pilkada di DKI Jakarta, ibu kota Republik Indonesia. Even Pilakada DKI kali ini mendapatkan perhatian lebih bukan hanya karena posisi strategis ibu kota negara, tetapi juga disebabkan calon incumbent yang non-Muslim Ahok akan maju kembali dalam Pilkada kali ini. Seperti biasa segera muncul pro-kontra tentang kepemimpinan non-Muslim di tengah-tengah penduduk yang mayoritas Muslim. Continue reading →

Non-Muslim di Pentas Politik


ilustrasi_kursi_kosong_pejabat

Oleh: Syamsuddin Arif

Akhir-akhir ini sering muncul pertanyaan di masyarakat mengenai boleh tidaknya umat Islam mendukung calon bupati, walikota, atau gubernur non-Muslim. Silang pendapat antara kelompok yang berbeda kepentingan pun terjadi. Yang melarang berpegang pada ayat al-Qur’an surat al-Māʾidah ayat 51 (“Janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali-wali-mu”) dan surat an-Nisāʾ ayat 144 (“Janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai wali-wali, seraya meninggalkan orang-orang beriman”). Sementara yang membolehkan tak mau kalah. Tafsir aṭ-Ṭabarī dan Ibn Katsīr dirujuk lantas menyimpulkan kata “awliyāʾ” dalam ayat di atas artinya bukan pemimpin, tetapi sekutu atau aliansi, sehingga yang dilarang itu bersekutu dan beraliansi dengan orang kafir, bukan mengangkat mereka sebagai pemimpin. Namun, benarkah begitu? Continue reading →

KRITERIA PEMIMPIN


memilih-pemimpin
Oleh: Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi

…….. jabatan adalah amanah, ia pada hari kiamat akan menjadikan yang menyandangnya hina dan menyesal kecuali yang mengambilnya dengan benar (bihaqqiha) dan menunaikan tugasnya dengan baik.” Itulah nasehat Rasulullah kepada Abu Dzar al-Ghifari yang meminta jabatan kepada beliau. Continue reading →

MENGAPA PEMIMPIN MUSLIM?


103
Oleh: Dr. Adian Husaini

Ada pertanyaan: Jika muslim menolak kepemimpinan orang kafir (non-muslim), maka menyingkir saja ke gunung, tinggalkan pesawat terbang, laptop, dan alat-alat teknologi lain buatan orang kafir. Continue reading →

PEMIMPIN KAFIR


Oleh: Dr. Adian Husaini

1jNahdhatul Ulama (NU) dalam Muktamarnya ke-11, di Banjarmasin, 19 Rabi’ulawwal 1355 H (9 Juni 1936 M), membahas satu masalah bertajuk: “Apakah Negara Kita Indonesia Negara Islam?” Ditanyakan, “Apakah nama negara kita menurut Syara’ agama Islam?” Jawabnya: “Sesungguhnya negara kita Indonesia dinamakan “Negara Islam” karena telah pernah dikuasai sepenuhnya oleh orang Islam. Walaupun pernah direbut oleh kaum penjajah kafir, tetapi nama Negara Islam tetap selamanya.” Muktamar juga memutuskan, bahwa wilayah Betawi (Jakarta) adalah “dar-al-Islam”, begitu juga sebagian besar wilayah Jawa. Continue reading →

Keresahan Dr. Adian Husaini Terhadap Kondisi Umat Islam Saat Ini


kingdomofheaven-jerusalem_siege_1115317724Keresahan Dr. Adian Husaini terhadap kondisi umat Islam saat ini, mewakili kaum muslimin yang lain, yang peduli terhadap keberlangsungan dakwah dan risalah Rasulullah Saw. Keresahan Ketua Program Magister dan Doktor Pendidikan Islam—Universitas Ibn Khaldun Bogor ini di ungkapkan dalam artikel yang dimuat oleh hidayatullah.com dengan judul “Ramai-Ramai Mengeroyok Umat Islam”.

Dalam tulisan ini Dr. Adian Husaini mengkritisi sejumlah berita dan peristiwa yang telah dan sedang berlangsung pada umat Islam, diantaranya serangan tehadap Paris; serbuan kaum Kristen GIDI di Papua terhadap masjid dan kios-kios umat Islam; Islam Nusantara; revolusi mental; konflik KMP dan KIH masih terus berlangsung hingga kini, hal yang terbaru adalah pencatutan nama Presiden oleh Ketua DPR dalam kasus papah minta saham, hingga media massa pendukungnya terus saja mengompori dan seolah berseteru antara TV One dan Metro TV; serta Bupati Puwakarta yang gemar paham kemusyrikan, dengan alasan mengembangkan kebudayaan.

Dengan landasan Hadis Rasulullah Saw, beliau mendiagnosa penyakit umat Islam saat ini. Selain itu, pakar kontra liberalisme ini mengungkapkan berbagai data dan fakta, bahwa sejak dulu umat Islam dikeroyok, berikut paparannya:

Continue reading →

PDIP Harusnya Berguru ke Persis


islamkiriSOREANG,-Ketua STAI Persatuan Islam (Persis), Anwaruddin mengatakan, seharusnya orang-orang PDIP menjadikan Persis sebagai guru. Hal itu disebabkan panutan warga PDIP yakni Presiden Soekarno menjadikan guru besar Alm. KH. A. Hassan sebagai gurunya.

“Kalau kita baca sejarah di buku ‘Di Bawah Bendera Revolusi” sudah sangat jelas apabila Soekarno menganggap pendiri Persis, A. Hassan, sebagai gurunya,” kata Anwaruddin, dalam peletakan batu pertama pembangunan kelas baru STAI Persis, Sabtu (24/1).

Acara dihadiri Wagub Jabar Deddy Mizwar, Ketua Umum PP Persis Abdurrahman, para pengurus Persis Jabar dan Kab. Bandung. “Kita jangan melupakan sejarah sehingga seharusnya warga PDIP menjadikan Persis sebagai guru,” katanya.

Anwaruddin menambahkan, apabila ormas-ormas Islam lain sudah memiliki film perjuangan tokohnya seperti NU dengan KH. Hasyim Asy’ari, Muhammadiyah dengan KH. Ahmad Dahlan, bahkan PKS juga sudah membuat film. “Untuk itu, Persis jangan kalah dengan membuat film sepak terjang para tokohnya seperti A. Hassan, HM Natsir, dan tokoh lainnya,” katanya.(Sarnapi/A-107/PR)