AS Sudah Udzur dan Jompo Menghadapi al-Qaidah


AS Sudah Udzur dan Jompo Menghadapi al-QaidahWASHINGTON (voa-islam.com) – Presiden AS Barack Obama merasa sangat prihatin dengan semakin meluasnya pengaruh  al-Qaidah. Pengaruh al-Qaidah sebagai gerakan yang menyerukan jihad, menyebar dari Atlantik sampai Samudera Hindia. Continue reading →

Hari ini Obligasi AS Jatuh Tempo, Senat Akhirnya Setuju Naikkan Plafon Utang


Senator Partai Demokrat Chuck Schumer, Pemimpin Mayoritas Senat Harry Reid, Senator Patty Murray, dan Senator Dick Durbin (kiri-kanan) memberikan keterangan di gedung Capitol (REUTERS/Jonathan Ernst).

Hari ini, 17 Oktober merupakan batas watu bagi Departemen Keuangan agar bisa mengeluarkan uang untuk membayar obligasi-obligasi jatuh temponya, sebagaimana dikabarkan AFP.  Setelah menanti selama beberapa hari yang menegangkan mengenai negosiasi fiskal, akhirnya Senat pun menyetujui kesepakatan untuk pengakhiran penghentian operasi pemerintah AS (shutdown) dengan menaikkan batas plafon utang AS.

RUU ini lolos dengan 81 suara mendukung dan 18 menentang serta disebut sebagai bentuk dukungan bipartisan (kedua kubu mendukung kesepakatan).  Kini RUU ini tinggal menanti persetujuan dari DPR

Telah dikabarkan sebelumnya bahwa Pemerintah Federal AS sejak Selasa (1/10/2013) dini hari tepat pukul 00.00 waktu setempat, telah resmi menutup sebagian operasionalnya.  Keputusan ini diambil setelah partai Republik menolak dana darurat yang diajukan sebagai solusi permasalahan krisis anggaran oleh Presiden AS Barack Obama. Kebijakan ini berarti juga menolak paket kebijakan kesejahteraan yang diusung Obama dalam kampanyenya.

Saat ini memang kondisi kas pemerintah AS menipis dan hanya bisa dengan menambah pagu utang yang saat ini mencapai USD 16,7 triliun pemerintahan AS dapat menjalankan roda pemerintahannya termasuk program baru Presiden Barack Obama. [khan/detikislam.com]

Pasca Invasi AS, Struktur Politik Irak Kini Didominasi Kelompok Syiah


RMOL. Aksi penyerangan militer Amerika Serikat terhadap Irak telah merubah struktur politik di negeri seribu satu malam itu. Struktur pemerintahan Irak yang sebelumnya didominasi oleh kelompok muslim Sunni, kini tinggal sejarah. Dengan kata lain, kelompok muslim Syiah-lah yang mendominasi pemerintahan.

Kuatnya pengaruh kelompok Syiah di Irak dapat dilihat dari arah kebijakan negara itu. Pemerintah Irak diketahui mendukung pemeritah Iran. Dukungan itu terlihat saat pemerintah Irak mengizinkan penerbangan dari Iran melewati wilayah udaranya menuju Suriah. Padahal, Amerika Serikat tidak menginginkan hal itu.

Arah kebijakan yang condong ke kelompok Syiah itu juga terlihat dari dukungan Baghdad kepada rezim Assad di Suriah. “Baghdad berpihak pada pemerintah Suriah yang menentang Amerika,” kata Steve Heydemann, analis US Institute of Peace, seperti dikutip Voanews (Minggu, 17/3).

Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh seorang guru besar dari Universitas Johns Hopkins, Ruth Wedgwood.

Menurut Ruth, Perdana Menteri Irak Nouri al Maliki yang berasal dari kelompok Syiah merasa puas dengan kondisi negaranya sekarang ini yang didominasi oleh kelompoknya. “Untuk sementara ini (Irak) adalah negara Syiah,” tandas Ruth.[ian]