Ketua Dewan Hisbah Persatuan Islam, KH. Usman Shalehudin telah Wafat


إنَّا ِللهِ وإنَّا إلَيْهِ رَاجِعُوْن

Telah wafat seorang Ulama sekaligus Ketua Dewan Hisbah Persatuan Islam, al-ustadz K.H.USMAN SHALEHUDDIN hari Jum’at, 14 November 2014 pukul 19.28 WIB, di RS AL-ISLAM Bandung. Jenazah sekarang berada di RUMAH JL GUMURUH Bandung.

InsyaAllah akan dimakamkan di Jama’ah PERSIS Lengkong I JL. Bojongsoang-Bandung, 50 M dari gerbang STT Telkom, Sabtu, 15 November 2014, pukul 07.00 WIB.

اللهم اغْفِرْ لَهُ وارْحَمهُ وعافِهِ واعفُ عنه…

Persis Haramkan Dana Talangan Haji


Musyawarah Kerja Nasional III Persis

Musyawarah Kerja Nasional III Persis

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG–Persatuan Islam (Persis) menilai bahwa dana talangan haji haram.

”Dari hasil Sidang Dewan Hisbah, kami meminta agar pemerintah menghentikan praktik dana talangan haji, karena haram,” tandas Sekretaris Umum Impinan Pusat Perssatuan Islam (PP Persis) Irvan Safrudin pada Republika di sela-sela Mukernas III PP Persis di Bandung, Sabtu (1/12).

Irvan menegaskan bahwa dana talangan haji ini harus dihentikan. Karena mengganggu sistem pembinaan pada umat. ”Ibadah haji itu prinsipnya tidak memaksakan, namun berdasarkan kemampuan,” papar Irvan. Sehingga menurut Irvan, kalau memang seseorang belum mampu untuk menunaikan ibadah haji, tidak perlu untuk dipaksa-paksa atau didorong-dorong dengan kemudian menggunakan dana talangan.

Selain itu, Mukernas yang dihadiri pimpinan pusat, pimpinan wilayah serta anggota Persis dari seluruh Indonesia ini, juga merekomendasikan bagi kalangan internal Persis untuk pengembangan ekonomi di daerah-daerah. ”Ini antara lain nantinya untuk pendanaan organisasi juga,” tutur Irvan.

Persis juga terus mengirimkan dan memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi untuk menimba ilmu di luar negeri. ”Antara lain ke Timur Tengah,” kata Irvan. Persis juga merencanakan untuk membangun kampus Persis.

”Untuk itu kami merencanakan untuk membuat program wakaf tanah serta program wakaf tunai,” kata Irfan. Mukernas III PP Persis ini dibuka Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada Jumat (30/11) dan berakhir pada Ahad (2/12).

Redaktur: Taufik Rachman
Reporter: rachmat santosa

Kiprah Persis


Lambang Persis (Persatuan Islam)

REPUBLIKA.CO.ID, Pada dasarnya, perhatian Persis ditujukan terutama pada penyebaran paham Alquran dan sunah.

Hal ini dilakukan melalui berbagai aktivitas, di antaranya dengan mengadakan pertemuan-pertemuan umum, tabligh, khutbah, kelompok studi, tadarus, pendirian sekolah-sekolah (pesantren), penerbitan majalah-majalah dan kitab-kitab, serta berbagai aktivitas keagamaan lainnya.

Dalam bidang pendidikan, pada 1924 diselenggarakan kelas pendidikan akidah dan ibadah bagi orang dewasa.

Pada 1927, didirikan lembaga pendidikan kanak-kanak dan Holland Inlandesch School (HIS) yang merupakan proyek lembaga Pendidikan Islam (Pendis) di bawah pimpinan Mohammad Natsir. Kemudian, pada 4 Maret 1936, secara resmi didirikan Pesantren Persis yang pertama dan diberi nomor satu di Bandung.

Dalam bidang penerbitan (publikasi), Persis banyak menerbitkan buku-buku dan majalah-majalah, di antaranya majalah Pembela Islam (1929), Al-Fatwa (1931), Al-Lissan (1935), At-Taqwa (1937), majalah berkala Al-Hikam (1939), Aliran Islam (1948), Risalah (1962), Pemuda Persis Tamaddun (1970), majalah berbahasa Sunda Iber (1967), dan berbagai majalah ataupun siaran publikasi yang diterbitkan oleh cabang-cabang Persis di berbagai tempat.

Beberapa di antara majalah tersebut saat ini sudah tidak diterbitkan lagi. Melalui penerbitan inilah, Persis menyebarluaskan pemikiran dan ide-ide mengenai dakwah dan tajdid.

Bahkan, tak jarang di antara para dai ataupun organisasi-organisasi keislaman lainnya menjadikan buku-buku dan majalah-majalah terbitan Persis ini sebagai bahan referensi mereka.

Gerakan dakwah dan tajdid Persis juga dilakukan melalui serangkaian kegiatan khutbah dan tabligh yang kerap digelar di daerah-daerah, baik atas inisiatif Pimpinan Pusat Persis, permintaan dari cabang-cabang, undangan dari organisasi Islam lainnya, maupun atas permintaan masyarakat luas.

REPUBLIKA.CO.ID, Pada masa Ahmad Hassan, guru utama Persis, kegiatan tabligh yang digelar Persis tidak hanya bersifat ceramah, tetapi juga diisi dengan menggelar perdebatan tentang berbagai masalah keagamaan.

Misalnya, perdebatan Persis dengan Al-Ittihadul Islam di Sukabumi pada 1932, kelompok Ahmadiyah (1933), Nahdlatul Ulama (1936), kelompok Kristen, kalangan nasionalis, bahkan polemik yang berkepanjangan antara Ahmad Hassan dan Ir Soekarno tentang paham kebangsaan.

Sepeninggal Ahmad Hassan, aktivitas dakwah dengan perdebatan ini mulai jarang dilakukan. Persis tampaknya lebih menonjolkan sikap low profile sambil tetap melakukan edukasi untuk menanamkan semangat keislaman yang benar.

Namun, bukan berarti tidak siap untuk berdiskusi dengan kelompok yang memiliki pandangan berbeda dalam satu bidang tertentu. Jika dibutuhkan, Persis siap melakukan gebrakan yang bersifat shock therapy.

Di pengujung abad ke-20, aktivitas Persis meluas ke aspek-aspek lain. Orientasi Persis dikembangkan dalam berbagai bidang yang menjadi kebutuhan umat. Mulai dari bidang pendidikan (tingkat dasar hingga pendidikan tinggi), dakwah, bimbingan haji, zakat, sosial, ekonomi, perwakafan, dan lainnya.

Dalam perkembangannya, sejak tahun 1963, Persis mengoordinasi pesantren-pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan yang tersebar di cabang-cabang Persis. Hingga Muktamar II di Jakarta tahun 1995, Persis tercatat telah memiliki 436 unit pesantren dari berbagai tingkatan.

Selain itu, Persis pun menyelenggarakan bimbingan jamaah haji dan umrah dalam kelompok Qornul Manazil, mendirikan beberapa bank Islam skala kecil (Bank Perkreditan Rakyat/BPR), mengembangkan perguruan tinggi, mendirikan rumah yatim dan rumah sakit Islam, membangun masjid, seminar, serta lainnya.

Dalam bidang organisasi, Persis membentuk Dewan Hisbah sebagai lembaga tertinggi dalam struktur organisasi. Dewan Hisbah ini difungsikan dalam pengambilan keputusan hukum Islam di kalangan Persis.

 

 

 

Dauroh Dakwah


Dauroh Dakwah PW. Pemuda Persis Jawa Barat

Pada Kamis, 17 Mei 2012, yang bertepatan dengan tanggal 25 Jumadits Tsani 1433 H, Bidang Dakwah Pimpinan Wilayah Pemuda Persatuan Islam Jawa Barat mengadakan acara Dauroh Dakwah. Acara yang dimulai pada Pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 15.00 WIB ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu : Ketua Umum PP. Persatuan Islam, Prof. DR. KH. Maman Abdurrahman, Ketua Dewan Hisbah Persatuan Islam, KH. Usman Sholehudin dan Bidgar Siyasah PP. Persatuan Islam, Drs. KH. Uus Muhammad Ruchiyat.

Selain massifnya gerakan Syi’ah di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, dakwah Persatuan Islam pun dihadapkan dengan tantangan yang tak kalah hebatnya baru-baru ini, seperti: Irshad Manji, sang Lesbi itu, yang menghina Nabi Saw dan Lady Gaga (l) yang akan konser di Jakarta, beliau akan mengirimkan surat dukungan kepada Polda Metro Jaya untuk tidak mengizinkan sang penebar Liwath, karena menurut beliau kita jangan mendatangkan azab Allah Swt.

Acara pun dibuka oleh MC, Miftah Farid dihadapan 70 orang peserta yang hadir, dari 150 orang yang di undang, yakni Bidang Dakwah Pimpinan Daerah dan Pimpinan Wilayah Persatuan Islam, Persistri, Pemuda Persis, Pemudi Persis, HIMA Persis dan HIMI Persis se-Jawa Barat.

Untuk memulai acara tersebut, MC mempersilahkan Ust. Sirojul Munir untuk Continue reading →