Strategi dan Bentuk-bentuk Komunikasi Organisasi Persis pada Masa Sekarang dan Implikasinya


dr-ihsan-640x416

Bandung – Dr. Ihsan Setiadi Latief, M.Si mempresentasikan Desertasinya “Komunikasi Organisasi Persatuan Islam dalam menyebarkan faham keagamaan Persis dan implikasinya terhadap perkembangan organisasi Persis di Indonesia” pada hari senin (25) di Fakultas Ilmu Komunikasi – UNPAD.

Penelitian ini mengkaji komunikasi organisasi Persatuan Islam dalam menyebarkan faham keagamaan Persis dan implikasinya terhadap perkembangan organisasi Persis di Indonesia. Masalah yang dikaji difokuskan kepada pergeseran paradigma komunikasi organisasi dan komunikasi dakwah Persis terhadap umat Islam, khususnya anggota organisasi ini, dan implikasinya terhadap perkembangan jam’iyyah di daerah. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana strategi dan bentuk-bentuk komunikasi organisasi Persis pada masa sekarang dan apa implikasinya terhadap perkembangan organisasi.

Penelitian ini menggunakan perspektif komunikasi organisasi. Komunikasi organisasi memiliki struktur baik yang bersifat vertikal, horizontal, diagonal, komunikasi ke dalam dan ke luar organisasi, komunikasi formal dan komunikasi informal dan bentuk-bentuk lainnya yang tentu saja berakibat pada hasil dari komunikasi organisasi diantara pihak-pihak yang berkomunikasi. Continue reading →

Hukuman Kebiri tak Ada dalam Islam


photo_2016-05-23_05-29-27-640x427

Hukuman kebiri belakangan ramai diperbincangkan, setelah sejumlah kasus kejahatan seksual terjadi. Namun, hukum kebiri sendiri tidak pernah diajarkan oleh Islam. Continue reading →

REPOSISI PERSIS DIANTARA MADZHAB FIQIH


Jpeg

Ust. Dedi Rahman (kiri) dan Ust. Amin Muchtar (kanan)

Oleh: Ust. Amin Muchtar

Pengertian Mazhab

Mazhab menurut bahasa Arab adalah isim makan (keterangan tempat) dari akar kata dzahab (pergi). Jadi, mazhab itu secara bahasa artinya “tempat pergi”, yaitu jalan (ath-tharîq).

Sedangkan menurut istilah ushul fiqih, mazhab adalah kumpulan pendapat mujtahid yang berupa hukum-hukum Islam, yang digali dari dalil-dalil syariat yang rinci serta berbagai kaidah (qawâ’id) dan landasan (ushûl) yang mendasari pendapat tersebut, yang saling terkait satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Continue reading →

Ketua Dewan Hisbah Persatuan Islam, KH. Usman Shalehudin telah Wafat


إنَّا ِللهِ وإنَّا إلَيْهِ رَاجِعُوْن

Telah wafat seorang Ulama sekaligus Ketua Dewan Hisbah Persatuan Islam, al-ustadz K.H.USMAN SHALEHUDDIN hari Jum’at, 14 November 2014 pukul 19.28 WIB, di RS AL-ISLAM Bandung. Jenazah sekarang berada di RUMAH JL GUMURUH Bandung.

InsyaAllah akan dimakamkan di Jama’ah PERSIS Lengkong I JL. Bojongsoang-Bandung, 50 M dari gerbang STT Telkom, Sabtu, 15 November 2014, pukul 07.00 WIB.

اللهم اغْفِرْ لَهُ وارْحَمهُ وعافِهِ واعفُ عنه…

Tradisi Keilmuan di Persatuan Islam


Ketua Umum PP. Persis, Prof. Dr. Maman Abdurahman, MA memberikan materi “Tradisi Keilmuan di Persatuan Islam” kepada peserta Tafiq II PW. Pemuda Persis Jabar, pada hari Senin, 23 Desember 2013, dijalan Pungkur-Bandung. Continue reading →

Muhammadiyah dan NU Dapat Perlakuan Khusus di RUU Ormas


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Keberatan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) terhadap kehadiran RUU Ormas mendapat tanggapan positif dari DPR dan pemerintah. Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia ini pun bakal diberi perlakuan khusus dalam RUU tersebut.

Perlakuan khusus yang dimaksud adalah Muhammadiyah dan NU tidak perlu lagi mengikuti mekanisme pendaftaran badan hukum kepada pemerintah. Ini lantaran kedua ormas Islam ini memiliki kontribusi besar terhadap perjuangan dan pembangunan republik ini.

“Pemerintah menghormati kesejarahan Muhammadiyah dan NU sebagai aset bangsa,” kata Kepala Subdirektorat Ormas Ditjen Kesbangpol Kemendagri Bahtiar, di Jakarta, Rabu (15/5).

Lambang Persatuan Islam (Persis)

Menurutnya, tidak hanya Muhammadiyah dan NU yang nanti mendapat hak istimewa ini. Beberapa ormas lainnya seperti Persatuan Islam (Persis) dan Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) juga mendapat perlakuan yang sama.

Senada dengan Bahtiar, Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Ormas, Abdul Malik Harmain juga mengakui adanya muatan perlakuan khusus untuk Muhammadiyah, NU, dan sejumlah ormas lainnya di dalam RUU Ormas. Menurutnya, rincian nama-nama ormas yang bakal mendapat hak istimewa ini tidak disebutkan di dalam pasal, melainkan dalam penjelasan pasal. “Ada beberapa masalah redaksional yang masih perlu kami rapikan lagi,” ujarnya.

Reporter : Ahmad Islamy Jamil
Redaktur : Mansyur Faqih

Haji Agus Salim


Oleh: Mohamad Roem (Mantan Perdana Menteri RI)

Pada suatu hari di tahun 1925 Kasman dan Soeparno mengajak penulis ikut pergi ke rumah Haji A Salim di Gang Tanah Tinggi. Kasman dan Soeparno pelajar Stovia kelas II, bagian persiapan, sedang penulis pelajar kelas satu. Pada permulaan tahun itu Samsuridjal mendirikan Jong Islamieten Bond, dan Haji A Salim menjadi penasihatnya. Kasman dan Soeparno anggauta Pengurus Cabang Jakarta, ingin tahu bila Haji A Salim mulai memberi kursus Agama Islam.

Ajakan ini penulis sambut dengan gembira. Penulis sudah sering mendengar nama Haji Agus Salim dan dari apa yang penulis dengar ia adalah seorang, pemimpin rakyat, seorang pemimpin Sarekat Islam terkenal, pandai tentang Agama Islam dan mahir dalam berbagai-bagai bahasa Continue reading →

Kisah Djohan Effendi, Ahmadiyah dan A. Hassan


Kisah perjalanan hidup Djohan Effendi sungguh unik. Sejak muda ia menjadi pengagum berat pemikiran Islam Ustadz A. Hassan, tokoh Persatuan Islam (Persis), yang dikenal sebagai penentang keras Ahmadiyah. Namun di usia senja, Djohan Effendi justru menjadi pembela Ahmadiyah. Sungguh ironis!

__________________________

Djohan Effendi. Namanya cukup dikenal sebagai pembela kelompok sempalan Ahmadiyah dan senior di kalangan aktivis liberal. Namanya masuk dalam buku “50 Tokoh Liberal di Indonesia” untuk kategori pionir atau pelopor gerakan liberal bersama dengan Ahmad Wahib, Munawir Sadzali, Harun Nasution, Nurcholis Madjid, Mukti Ali, dan Abdurrahman Wahid.

Peneliti asal Australia, Greg Barton Continue reading →

A. Hassan dan Persis: Sikap Tegasnya terhadap Para Peleceh Islam


OPINI (SALAM -ONLINE.COM): Penghinaan terhadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan simbol-simbol kemuliaan ajaran-ajaran Islam pada tahun 1930-an marak terjadi di Nusantara.

Kelompok pengusung paham kebangsaan atau mereka yang biasa disebut sebagai aktivis nasionalis-sekular, yang juga tergabung dalam kelompok Theosofi-Freemason, banyak melakukan hujatan dan propaganda hitam terhadap syariat Islam.

Selain mereka, hujatan terhadap Islam juga dilakukan oleh zending Kristen dan misionaris Katolik, bahkan oleh oknum tokoh etnis Tionghoa. Umumnya, pelecehan tersebut dilakukan secara terbuka lewat media massa.

Majalah Bangoen yang dikelola oleh aktivis Theosofi, Siti Soemandari, dan didanai oleh Vrijmetselarij Vereniging (Organisasi Freemason), melakukan penghinaan lewat artikel-artikelnya. Mereka menghina Rasulullah dan melecehkan syariat poligami pada tahun 1937.

Menyikapi hal itu, aktivis Persatuan Islam (Persis) Continue reading →

KH. Isa Anshari (1916-1969) : “Sang Singa Podium”


Biografi

Pada usia 16 tahun, setelah menyelesaikan pendidikannya di Madrasah Islam di tempat kelahirannya, Isa merantau ke Bandung untuk mengikuti berbagai kursus ilmu pengetahuan umum. Di Bandung pula, ia memperluas cakrawala ke-Islamannya dalam Jam’iyyah Persis hingga menjadi ketua umum Persis.Tampilnya Isa Anshary sebagai pucuk pimpinan Persis dimulai pada 1940 ketika ia menjadi anggota hoofbestuur ( Pusat Pimpinan ) Persis. Tahun 1948, ia melakukan reorganisasi Persis yang mengalami kevakuman sejak masa pendudukan Jepang dan Perang Kemerdekaan. Tahun 1953 hingga 1960, ia terpilih menjadi ketua umum Pusat Pimpinan Persis.Selain sebagai mubaligh, Isa Anshary juga dikenal sebagai penulis yang tajam. Ia termasuk salah seorang perancang Qanun Asasi Persis yang telah diterima secara bulat oleh Muktamar V Persis ( 1953 ) dan disempurnakan pada Muktamar VIII Persis ( 1967 ).Dalam sikap jihadnya, Isa Anshary menganggap perjuangan Persis sungguh vital dan kompleks Continue reading →